Orkestra Tradisional Asia di indonesia (asean-korea)


Pada hari rabu 6 november 2019, dilaksanakan acara yang bernama "2019 korea festival in asean - asia traditional orchestra concert" acara ini dilaksanakan di balai sarbini jakarta, acara ini masih dalam rangkaian Korean festival 2019 di indonesia.
Festival korea merupakan rangkaian festival seni dan budaya yang bertujuan untuk memperkenalkan berbagai ragam budaya dan seni korea diluar negeri.

Festival ini telah diselenggarakan oleh korea foundation sejak tahun 2012. Pada tahun 2019, untuk memperingati perayaan 30 tahun hubungan dialog asean - korea, kawasan asean telah terpilih menjadi tuan rumah festival korea.
Program seperti pameran, pertunjukan seni, pesta kuliner korea, pemutaran film, dan lain lain akan diselenggarakan di negara negara asean seperti laos, indonesia, malaysia, thailand, dan vietnam.

Melalui festival ini, korea foundation berharap dapat memperkenalkan berbagai aspek budaya korea kepada masyarakat luas serta dapat mempromosikan pertukaran budaya yang lebih intensif antara korea dengan negara negara asean.

Dalam acara asia orchestra concert ini banyak sekali yang ditampilkan tentunnya pertunjukan musik, dan yang hadir dalam acara sangat banyak, antusiasme masyarakat indonesia sangat senang dengan diadakannya acara seperti ini.

Orkestra Tradisional Asia, Orkestra Tradisional Asia didirikan sebagai salah satu hasil dari "Korea-ASEAN Special Summit" tahun 2009 dengan tujuan untuk mempersatukan Asia melalui musik.
Orkestra ini mempertemukan pemusik yang memainkan alat musik tradisional dari 11 negara yaitu Korea, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Setiap tahun, sekitar 40 seminar terpilih mewakili Korea dan negara-negara ASEAN untuk membagikan inspirasi musik mereka melalui lokakarya bersama dan menciptakan mahakarya harmonis menggunakan instrumen tradisional.



1. "Layarkan Kapal" (gubahan Bum-Hoon Park), "Kekasihku Mongryong" (gubahan Jae-Eun Lee)
Bagian pembukaan gubahan lagu rakyat "Layarkan Kapal" menceritakan berlabuhnya sebuah kapal. Cerita ini adalah sebuah simbol harapan dalam budaya Korea. Bagian selanjutnya dari lagu ini menceritakan kapal yg terus bergerak maju membelah ombak yang bergejolak, ditampilkan dengan ritme yang riang dan gegap gempita. "Kekasihku Mongryong" merupakan versi modern pansori(dongeng musikal Korea), Chunghyangga. Lalu ini menceritakan kisah cinta antara Chunghyang dan Mongryong yang dinyanyikan dengan suara merdu untuk menggambarkan hasrat cinta antara kedua sejoli.


2. Shinmodeum (gubahan Bum-Hoon Park)
"Shinmodeum" adalah sebuah bentuk seni samulnori(musik perkusi tradisional) dan gugak (musik orkestra tradisional). Karya ini adalah contoh perpaduan harmonis antara samulnori yang dinamis dan gugak yang kaya irama. Karya ini terdiri dari tiga bagian simfoni: "Pemakaian Aerial," " Awal Mula" dan "Penciptaan." Simfoni terakhir menjadi bagian penting karena menampilkan klimaks ritme instrumen musik ini.
Setelah pertunjukan gugak, akan ditampilkan samulnori dimana pemain gong akan merubah ritme sampai ke bagian penutup.


3. Yamko Rambe Yamko-Janger (gubahan Vonty Sitrona Nahan)
Yamko Rambe Yamko-Janger merupakan medley Dua lagu tradisional indonesia: "Yamko Rambe Yamko" dan "Janger." "Yamko Rambe Yamko" dari tanah Papua ini meskipun berirama dinamis, liriknya menceritakan kesedihan peperangan. Komposisi ini diawali dengan perkusi, gayageum, dan seruling, diikuti dengan lagu dan diiringi seluruh instrumen orkestra



4. "One Asia" (Gubahan sam-ang sam)
"One Asia" merupakan cerminan konsep 'persatuan dalam keanekaragaman' dan 'keanekaragaman dalam persatuan'. Karya ini menggabungkan sebelas frasa musik pendek yang masing masing mewakili sepuluh negara asean dan korea.
Lagu ini disusun oleh Dr. Sam-ang sam, co-chair komite perwakilan musik tradisional asia, dengan menggunakan frasa musikal dari sebelas komposer perwakilan negara negara asean dan korea. Masing masing dari sebelas potongan musik ini menggambarkan nuansa, estetika, dan karakteristik masing masing masyarakat sera budaya asean dan korea.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gerakan silhak pada dinasti joseon di korea selatan

The best relaxing body tour at South Korea's Yeo Yong Guk Spa 여 용국 한방 스파

Jjukkumi, one of South Korea's signature dishes that you must try