Cara pemerintah korea selatan menangani kasus virus corona dengan cepat dan tepat
Korea selatan adalah salah satu
negara yang dianggap memiliki manajemen yang baik dalam penanganan virus Corona. Strategi
Korea dalam penanganan Corona ini dikemas dalam slogan 3T. Apa itu?
Strategi Korsel dalam penanganan Corona ini dijelaskan oleh Dubes Korsel untuk Republik indonesia Kim Chang-beom saat pemberikan paparannya terkait wabah yang sedang dilanda ini, duta besar kim chang beom mengatakan bahwa virus Corona atau COVID-19 cepat sekali menyebar. Butuh cara inovatif untuk mengatasinya.
Strategi Korsel dalam penanganan Corona ini dijelaskan oleh Dubes Korsel untuk Republik indonesia Kim Chang-beom saat pemberikan paparannya terkait wabah yang sedang dilanda ini, duta besar kim chang beom mengatakan bahwa virus Corona atau COVID-19 cepat sekali menyebar. Butuh cara inovatif untuk mengatasinya.
duta besar kim mengatakan Korea selatan telah memproses tes Corona 18.000 tes per hari. Hal inilah yang membuat Korea selatan bisa bertindak cepat.
"Korea telah memproses 18.000 tes per hari dari keseluruhan total yang telah dites mencapai 280.000. Dengan tes diagnosis yang sangat cepat ini kami dapat mengidentifikasi pasien dan juga bertindak segera untuk merawat pasien. Jadi itu untuk mengontrol penularan," kata duta besar kim chang beom
Korsel dalam hal ini memiliki
slogan '3T' dalam menangani penularan penyakit COVID-19. "Lacak, uji, dan
obati (trace, test, and treat). 3T, lacak, lacak infeksi dan uji kasusnya
dan rawat pasien,".
duta besar kim chang beom juga mengatakan partisipasi warga Korea selatan juga penting dalam penanganan virus ini. Warga Korea selatan bisa turut andil dalam pemantauan melalui sebuah aplikasi peta sebaran.
duta besar kim chang beom juga mengatakan partisipasi warga Korea selatan juga penting dalam penanganan virus ini. Warga Korea selatan bisa turut andil dalam pemantauan melalui sebuah aplikasi peta sebaran.
"Partisipasi publik melalui keterbukaan dan
transparansi dengan berbagai cara. Misalnya kita memiliki aplikasi untuk
memberi tahu orang-orang di mana infeksi virus ini telah diidentifikasi.
Aplikasi peta sebaran ini bisa diunduh di telepon seluler,".
Cara kerja aplikasi ini bisa menunjukkan warga tentang area mana saja yang menjadi episentrum penyebaran virus. Dengan adanya aplikasi ini, warga Korea selatan bisa punya gambaran untuk menghindari kawasan itu. Bukan hanya menunjukkan kawasan, tapi juga bangunan.
duta besar kim chang beom menjelaskan soal metode tes Corona ala drive-thru yang hendak ditiru Indonesia. Dia menjelaskan tes Corona ini bisa berbayar atau gratis.
"Tes ini sangat sederhana. Kamu hanya perlu melakukan registrasi di stasiun tes Corona. Jika kamu datang tanpa gejala, kamu perlu membayar. Tapi, jika kamu datang dengan gejala dan rekomendasi dokter, layanan ini gratis,".
Cara kerja aplikasi ini bisa menunjukkan warga tentang area mana saja yang menjadi episentrum penyebaran virus. Dengan adanya aplikasi ini, warga Korea selatan bisa punya gambaran untuk menghindari kawasan itu. Bukan hanya menunjukkan kawasan, tapi juga bangunan.
duta besar kim chang beom menjelaskan soal metode tes Corona ala drive-thru yang hendak ditiru Indonesia. Dia menjelaskan tes Corona ini bisa berbayar atau gratis.
"Tes ini sangat sederhana. Kamu hanya perlu melakukan registrasi di stasiun tes Corona. Jika kamu datang tanpa gejala, kamu perlu membayar. Tapi, jika kamu datang dengan gejala dan rekomendasi dokter, layanan ini gratis,".
Dia mengatakan saat ini ada 68 stasiun drive-thru test Corona di Korea selatan. Biasanya bentuk stasiun ini seperti tenda dengan aliran listrik di beberapa alat, tergantung lokasinya. Biasanya stasiun ini berada di lahan parkir atau lahan terbuka tanpa uang sewa.
Biaya yang harus dikeluarkan untuk
satu stasiun mencapai USD 12.000 atau sekitar Rp 180 juta (dengan asumsi nilai
rupiah terhadap dolar AS 15.000). Biaya ini fix cost (biaya
tetap) untuk satu stasiun. "Jadi
biasanya sekitar USD 12.000 per 1 stasiun, untuk mengatur seluruh
stasiun,".






Komentar
Posting Komentar