Pembicaraan telepon antara presiden Moon Jae-In (Korea Selatan) dan presiden Joko Widodo (Indonesia) mengenai masalah COVID-19 yang terjadi diantara dua negara
Atas permintaan dari Presiden Joko Widodo, Republik Indonesia, Presiden
Moon Jae-in dan Presiden Joko Widodo telah melakukan pembicaraan melelui
sambungan telepon pada 21 April 2020. Pembicaraan tersebut berlangsung selama
20 menit dari pukul 15.25 sore.
Mengawali perbincangannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat
dan rasa senang atas kemenangan partai berkuasa dalam pemilu di Republik Korea.
Presiden Joko Widodo juga menilai kemenangan tersebut sebagai wujud kepercayaan
masyarakat Republik Korea terhadap kepemimpinan Presiden Moon.
Menanggapi ucapan tersebut, Presiden Moon mengatakan “Saya berterima kasih
atas ucapan selamat. Ucapan ini memberikan semangat dan terasa hangat karena
disampaikan dari sahabat sejati. Kami bersyukur bahwa pemilu telah berlangsung
aman berkat situasi yang membaik terkait Covid-19 seperti jumlah kasus
terinfeksi Covid-19 belakangan ini menurun drastis di dalam negeri.”
Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada Republik
Korea yang sukses menangani pencegahan penyebaran Covid-19 di dalam negeri.
Beliau juga menyampaikan keinginannya untuk mengetahui lebih lanjut mengenai
pengalaman Republik Korea tersebut.
Presiden Moon menyampaikan bahwa “Saya mendengar Indonesia sedang mengalami
lonjakan kasus terinfeksi wabah Covid-19 dan kematian sehingga Pemerintah
Indonesia mengerahkan segala uapya untuk mengatasinya, salah satunya dengan
menetapkan status bencana negara. Saya yakin Indonesia akan segera mengatasi
wabah Covid-19 ini dengan kerja sama yang baik antara Pemerintah dan rakyatnya
di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.”
Selain itu, Presiden Moon menggarisbawahi bahwa hal yang terpenting dalam
mengatasi wabah Covid-19 ini adalah kerja sama dan solidaritas yang erat di
tingkat masyarakat dunia. Rencananya, Presiden Moon akan memperkuat kerja sama
internasional melalui berbagai langkah seperti memberikan produk penanggulangan
wabah dan alat kesehatan, berbagi pengalaman penanggulangan wabah dan data
klinis, menjamin mobilitas tenaga kerja inti seperti pengusaha, dan bekerja
sama untuk mengembangkan vaksin serta obat-obatan yang menyembuhkan Covid-19.
Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan
Republik Korea untuk bersama-sama mengatasi krisis Covid-19 dengan dunia
inernasional melalui pemberian produk penanggulangan wabah penyakit tersebut.
Presiden Joko Widodo juga menyatakan tekad dan mengajak Republik Korea untuk
bersama-sama turut ambil bagian dalam mempererat kerja sama internasional.
Selain itu, beliau menyampaikan harapannya agar Indonesia dan Republik Korea
dapat mengimplementasikan komitmennya, baik untuk kerja sama dalam penanganan
krisis corona saat ini, maupun untuk kerja sama ekonomi yang selama ini
dijalani oleh kedua negara untuk menghadapi krisis pasca-corona.
Menanggapi penyampaian tersebut, Presiden Moon mengatakan “Saya sependapat
dengan Presiden Joko Widodo. Saya berharap Korea Selatan dan Indonesia dapat
melewati krisis Covid-19 ini. Terlebih lagi, saya berharap Indonesia-Korea
Comprehensive Economic Partnership Agreement(IK-CEPA) dapat segera diratifikasi
sehingga dapat memberikan kontribusi pada pemulihan perekonomian kedua negara.
Harapan saya, kerja sama dalam bidang industri pertahanan dan pemindahan Ibu
Kota Negara juga dapat dipercepat untuk diskusi yang lebih lanjut.”
Sebelum mengakhiri pembicaraan telepon kali ini, Presiden Moon mengutip
sebuah peribahasa Indonesia yang berbunyi “Ringan sama dijinjing, berat sama
dipikul” dan menyampaikan harapannya untuk terus melakukan komunikasi intensif
dan mempererat kerja sama di tengah masa sulit akibat Covid-19 ini. Senada
dengan hal tersebut, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan akan terus
meningkatkan komunikasi dan kerja sama ke depannya.
Komentar
Posting Komentar