Menonton film bersama Honorary reporters Indonesia Di Korean Cultural Center (KCC) Film Dokumenter “Le Tour : My Last 49 Days”

 

Pada  hari jumat 15 januari 2021 korean cultural center Indonesia mengadakan acara menonton film documenter bersama honorary reporters Indonesia, tentunya dengan menerapkan protocol kesehatan yang ketat seperti wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan tentunya masuk ke kawasan KCC harus melakukan cek suhu tubuh, film documenter yang kami tonton berjudul  “Le Tour : My Last 49 Days”, Sebelum acara di mulai direktur Korean cultural center Indonesia memberikan sambutan.

Film ini menceritakan Jauh di tahun 2006, Yun-hyeok adalah seorang pria berusia awal dua puluhan yang didiagnosis menderita kanker. Yun-hyeok harus memutuskan apa yang harus dilakukan dengan waktu hidupnya yang tampaknya terbatas. Dia akhirnya memutuskan untuk mencapai impian seumur hidupnya dengan cara apa pun yang diperlukan, dan berkompetisi di Tour de France 2009. "Le Tour: My Last 49 Days" jadi genre dari film ini adalah film dokumenter isinya terdiri dari cuplikan cuplikan oleh teman-teman yang pergi bersama Yun-hyeok dalam perjalanan terakhirnya. (ketika aku menulis artikel ini, aku masih merasakan kesedihannya)

Tour de France sebenarnya acara olahraga yang melibatkan sepeda. "Le Tour: My Last 49 Days" membahas detailnya, dan segera menjadi jelas mengapa ide berkompetisi menarik bagi Yun-hyeok. Selama Tour de France, para peserta melihat hampir seluruh negeri. Pertandingan sepeda ini adanya di Negara Prancis yang sebenarnya memiliki pemandangan yang sangat indah. Itu adalah hal lain yang tidak saya ketahui sebelum menonton filmnya, karena sepertinya satu-satunya bagian Prancis yang dibicarakan orang adalah Paris.

sangat menyedihkan menyaksikan Yun-hyeok mendaki mereka. Bahwa ia berhasil melakukannya adalah bukti dari keinginan dan tekad kuat pria itu. Secara umum saya tidak mengharapkan film tentang pasien kanker yang pasti meninggal pada akhirnya akan menginspirasi tetapi "Le Tour: My Last 49 Days" secara mengejutkan berhasil dalam hal ini. Tidak heran jika teman dan keluarga rela berusaha sekuat tenaga untuk membantunya.

"Le Tour: My Last 49 Days ", selain menjadi kisah kanker yang menginspirasi, merupakan deskripsi yang sangat akurat tentang perjalanan luar negeri jangka panjang, intinya apapun yang kita inginkan maka lakukanlah semua bisa kita lakukan asalkan kita butuh perjuangan untuk mencapai apa yang kita dapatkan.

Honorary yang hadir ke KCC Dalam pemutaran film ini sebanyak 8 orang, karena mengingat pandemic korona masih terjadi di Indonesia, mereka semua termasuk saya sangat menikmati film tersebut, ada juga yang sedih terharu hingga menangis setelah menonton film ini, kami semua tidak menyangka bahwa film documenter ini sangat sedih dan tentunya film ini sangat penuh akan aura aura positif dan membuat kita menjadi lebih semangat dan tentunya selalu bersyukur.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gerakan silhak pada dinasti joseon di korea selatan

The best relaxing body tour at South Korea's Yeo Yong Guk Spa 여 용국 한방 스파

Jjukkumi, one of South Korea's signature dishes that you must try